Jakarta, Gesuri.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai diksi Rai Gedhek yang disampaikan oleh calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto dianggap seperti pepatah menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. Pasalnya, apa yang disampaikan oleh Prabowo tersebut merupakan cerminan pada masa pemerintahan terdahulu.
Baca:Hoax Hanya Dapat Dilawan dengan Kerukunan dan Persatuan
Sebelumnya, Prabowo mengatakan jika saat ini banyak elite bangsa tidak tahu malu, suka nyolong tapi mukanya sok tak berdosa yang kemudian disebut dengan istilah rai gedhek. PDI Perjuangan pun menganggap apa yang dibutuhkan saat ini bukanlah gembar-gembor, bukan lolongan dan hardikan, melainkan keteladanan.
Dimulai dari partainya, lingkaran terdekatnya, baru orbit berikutnya. Parameter yang digunakan sederhana saja. Apakah virus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang menjadi tuntutan era Reformasi? Sudah bersih dari lingkungan sekitar kita? Apakah vaksinasi terhadap virus tersebut telah tuntas? kata Politisi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Kamis (29/11).
Menurutnya, para jagoan KKN sejatinya berkembang biak pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto. Lantas, dirinya menyebut jika pada saat itulah lahirnya TAP MPR No. XI/1998 tentang Praktik Penyelenggaraan Negara Bebas KKN.