Masyarakat Adat Wehea Harus Terus Menjaga Hutannya

Jika tidak, maka tidak akan ada lagi kawasan hutan tersisa di sekitar kampung Wehea.
Selasa, 17 Desember 2019 11:19 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kutai Timur, Siang Geah, mengatakanMasyarakat Adat Wehea harus tetap melindungi hutannya sebagai satu-satunya yang tersisa di lautan luas Perkebunan Kelapa Sawit.

Jika tidak, lanjutnya, maka tidak akan ada lagi kawasan hutan tersisa di sekitar kampung Wehea.

Baca:SiangPerkenalkan Hutan Wehea ke Dunia Internasional

Tanpa peran aktif kami, hutan akan dirambah atau dirubah menjadi Perkebunan besar. Tanpa hutan, maka tidak akan ada air bersih bagi masyarakat kami. Dan, tanpa hutan, kita akan menderita akibat dampak perubahan iklim, ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Gesuri, Senin (16/12).

Menurut Siang, masyarakat Adat Wehea diberikan peran untuk mengelola dan melindungi Hutan Wehea sejak tahun 2004. Sejak itu, Petkuq Mehuy terus melakukan patroli dan pengamanan Kawasan hutan secara teratur. Pada 2007, upaya ini telah membuahkan hasil yakni perburuan satwa dan pembalakan liar berhenti.

Baca juga :