Jakarta, Gesuri.id - Presiden Amerika Serikat (AS) DonaldTrumpresmi menerapkan tarifimportambahan bagi 60 negara termasuk Indonesia. Perihal ini,eksportirdiminta harus bisa mencari peluang ke negara lain selain AS.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Andreas Eddy Susetyo mengungkap pemerintah harus segera menerapkan strategi perdagangan untuk mengurangi dampak tarif impor tambahan AS. Untuk hal ini menjelaskan beberapa cara untuk mengurangi dampak tarif AS tersebut.
Seperti meningkatkan kerjasama perdagangan antar negara Emerging Market Asia, negara-negara BRICS, dan meningkatkan penetrasi perdagangan pada negara tujuan ekspor non-tradisional, kata Eddy, pada Kamis (3/4).
Ia memandang kebijakan baru Trump ini dapat menurunkan kinerja perdagangan Indonesia secara signifikan. Hal ini bisa terjadi karena tarif resiprokal AS terhadap Indonesia mencapai 32 persen. Selain itu Ia menjelaskan AS adalah negara mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia.
Ekspor Indonesia ke AS pada tahun 2024 mencapai sebesar USD 26,4 bn atau berkontribusi signifikan sebesar 9,96 persen terhadap total ekspor. Porsi terbesar ekspor Indonesia terutama mencakup komoditas manufaktur seperti tekstil, garmen, produk pertanian dan elektronik, ujarnya.