Mufti Anam: Pembentukan Danantara Tidak Direspon Positif Oleh Pasar

"Ini nampak dari saham-saham BUMN yang menjadi tulang punggung Danantara kinerjanya jelek, harga saham justru turun."
Rabu, 02 April 2025 12:05 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Mufti Anam menyampaikan kehebohan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai superholding dan soverign wealth fund (SWF), justru tidak direspon positif oleh pasar.

Ini nampak dari saham-saham BUMN yang menjadi tulang punggung Danantara kinerjanya jelek, harga saham justru turun, ujar Mufti dilansir Tribunnews, baru-baru ini.

Dia mencontohkan, harga saham BRI yang turun di Oktober 2024. Sejak muncul isu Danantara sempat menyentuh harga Rp 5.000, dan ketika Danantara dibentuk justru turun di kisaran Rp 3.900. Begitu pula dengan harga saham BUMN lainnya.

Terkait hal itu, Mufti bilang Danantara telah memiliki beban yang berat diawal pembentukannya apalagi terlalu banyak gorengan politik dan nuansa bagi-bagi kekuasaan.

Menurut dia seharusnya kehebohan pembentukan Danantara dengan kekuasannya yang besar bisa mendorong kepercayaan pasar terhadap saham BUMN.

Baca juga :