Novita Hardini: Pengembangan Destinasi Wisata Harus Berkeadilan, Tidak Boleh Ada Kerugian Ekonomi yang Membebani Rakyat

Kami di Komisi VII terus mengadvokasi penyelesaian permasalahan ini dalam ruang-ruang rapat DPR kedepan utamanya dalam mempersiapkan RUU
Rabu, 26 Februari 2025 20:19 WIB Jurnalis - Ali Imron

Lombok, Gesuri.id Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, menyoroti dampak sosial ekonomi dari pembangunan kawasan pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Ia menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada estetika. Novita menyoroti perlu ada penanganan serius pemerintah dalam meratakan dampak keuntungan ekonomi secara merata bagi warga sekitar. Hal itu ia sampaikan saat komisi VII DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Rabu (26/2/2025).

Narasi laporan yang kami terima menyenangkan telinga. Mulai dari banyaknya event, mice tingkat nasional dan internasional. Namun, apakah masyarakat sekitar juga merasakan dampak positif dari adanya penetapan Kawasan Ekonomi Khusus disini? Laporan yang saya baca, justru tantangan ekonomi masyarakat semakin sulit. Banyak anak dibawah umur harus bekerja demi kebutuhan makan sehari-hari. Ini bagaimana peran pemerintah setempat menanggulangi masalah yang sudah berkepanjangan ini?. Isu lingkungan juga demikian, pengelolahan sampah juga belum bisa di selesaikan. tegas Novita.

Legislator perempuan satu-satunya dari dapil 7 Jawa Timur itu mengungkapkan Jika pembangunan ini benar-benar membawa kesejahteraan, seharusnya anak-anak tetap bisa bersekolah, bukan justru turun ke jalan mencari nafkah. Ini adalah peringatan bagi kita semua bahwa konsep pariwisata berkeadilan harus menjadi prioritas, tambahnya.

Ke depan, politisi fraksi PDI Perjuangan itu berharap pemerintah lebih proaktif dalam memastikan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata, termasuk melalui regulasi yang lebih ketat terkait pemberdayaan dan perlindungan terhadap masyarakat lokal.

Baca juga :