Penurunan Stunting Kabupaten Kapuas Hulu 2022 Dipercepat

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menilai, keadaan gizi masyarakat Indonesia saat ini masih belum menggembirakan.
Senin, 28 Maret 2022 07:04 WIB Jurnalis - Manda Firmansyah

Kapuas Hulu, Gesuri.id - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menilai, keadaan gizi masyarakat Indonesia saat ini masih belum menggembirakan. Misalnya, terkait masalah stunting. Stunting merupakan kekurangan gizi yang terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentana terhadap penyakit. Selain itu, stunting mengancam perkembangan kognitif yang memengaruhi kecerdasan dan produktivitas anak, dan bisa sebabkan gangguan metabolik yang berisiko terjadinya penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus, hiperkolesterol, hipertensi, bahkan stroke pada saat usia dewasa.

Baca :Bupati Sis Pra Rapat Anggota Tahunan CU Keliling Kumang

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi upaya percepatan penurunan stunting, capaian penurunkan persentase stunting dari 32,9 % pada tahun 2020 menjadi 31,2 % pada tahun 2021. Ini harus terus dipertahankan untuk mencapai target pada akhir tahun 2024. Disisi lain, tantangan utama penanganan stunting justru tidak terjadinya konvergensi pelaksanaan program dan kegiatan. Berbagai program dan kegiatan penanganan stunting yang tersebar melalui berbagai mekanisme pendanaan di tingkat pusat maupun daerah tidak terlaksana secara lengkap di suatu lokus. Misalnya, tidak terlaksana secara lengkap di tingkat desa.

Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan koordinasi. Ini agar kegiatan mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan hingga tingkat desa dapat tepat sasaran. Selain itu, juga mengoptimalkan kampanye perubahan perilaku terkait stunting kepada masyarakat.

Baca juga :