Bandung, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPRD Jabar dari Fraksi PDIP, Syamsul Bachri menyayangkan alokasi anggaran Disdik Jabar tidak berbanding lurus dengan hasilnya.
Dimana banyak sederet permasalahan di Disdik yang masih mengemuka. Mulai dari kualitas pendidikan yang tidak merata antara di desa dengan kota, akses pendidikan bagi masyarakat miskin masih rendah sampai yang disinggung gubernur, lulusan SMK masih banyak menganggur pun sampai saat masih menjadi masalah klasik di Disdik Jabar.
Baca:Pemkab Badung Terus Tingkatkan SektorPendidikan
Dan diakui meskipun sudah melakukan pengawasan dari dewan, tetapi kebocoran anggaran masih saja terjadi, serta apa yang disampaikan Disdik Jabar di publik kebanyakan tidak benar atau tidak sesuai dengan realitas, tuturnya di Bandung, Selasa (18/9).
Selain dugaan kuat kebocoran anggaran terang dia, sebenarnya yang paling nyata dan sangat terlihat adalah alokasi anggaran di Dinas Pendidikan Jawa Barat dinilai lebih banyak dialokasikan untuk program yang kurang penting, dan lebih banyak terserap untuk program infrastrtuktur terkait pendidikan.