Pangandaran, Gesuri.id - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah hoaks yang belakangan ini kian kerap terjadi jelang Pemiluhan Umum (Pemilu) 2019.
"Tentu bagi mereka yang mnyebarkan hoaks dan fitnah, bukti-bukti ada, kemudian kami laporkan ke polisi," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kepada wartawan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (25/11).
Baca: Hasto Ungkap Makna Kiasan 'Tabok' oleh Jokowi
Hasto mengatakan jalur hukum merupakan jalan paling bermartabat untuk memberikan efek jera. Hoaks dan fitnah tidak bisa dianggap remeh sebab bisa merusak sistem demokrasi yang ada.
"Sehingga pertanyaan Pak Jokowi untuk menabok tentu saja dengan jalan hukum. Itu (hoaks) tidak bisa dipandang remeh, itu adalah racun bagi demokrasi. Hoaks dan fitnah itu juga membunuh kemanusiaan," katanya.
Terkait dengan ucapan Jokowi yang belakangan ini terkesan seperti penyerang dengan mengeluarkan kata-kata seperti 'sontoloyo', 'gendruwo', dan 'tabok' hanyalah salah satu upayanya untuk menegur dan mengajak masyarakat untuk menciptakan sistem demokrasi yang lebih sehat khususnya di tahun politik ini.
Baca: Lewati Jalur Selatan, Ini Makna Safari Kebangsaan Jilid II
"Dengan demikian mumpung ini msh panjang, peringatan-peringatan yang disampaikan Pak Jokowi untuk menggugah seluruh kesadaran anak bangsa bahwa berdemokrasi ini adalah cara untuk mencari pemimpin," kata Hasto.
"Siapapun yang terpilih, kami harap ini jasi pemimpin kita semua. Pemimpin itu hanya alat, maka jangan jadikan pemimpin ini hanya alat," pungkasnya.