Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menegaskan Rizieq Shihab gagal paham soal Pancasila.
Eva menegaskan, Bung Karno yang menggali Pancasila menyatakan inti Pancasila adalah gotong royong, dan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah bagian dari Pancasila.
Baca: Negara Pancasila, Formula Negara Berkebutuhan
Sedangkan, Rizieq Shihab justru mengatakan bentuk negara NKRI adalah NKRI Bersyariah. Maka, Eva meminta dedengkot Front Pembela Islam (FPI) itu membaca terlebih dahulu pidato Bung Karno tentang Pancasila tentang 1 Juni 1945 yang sudah ada di lembar negara RI dan termaktub dalam Perpres Nomor 24 tahun 2016
"Faktanya, Rizieq itu tidak mengindahkan itu semuanya. Jadi Rizieq berada di luar sistem tatanegara kita," kata Eva kepada Gesuri di Jakarta, Sabtu (24/8).
Oleh sebab itu, lanjut Eva, kritikan Rizieq soal Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjadi tidak relevan. Termasuk kritikan Rizieq soal gaji para jajaran BPIP.
"Zaman sudah bicara implementasi konsensus Pancasila, kok dia (Rizieq) malah menyoal pemaknaan Pancasila. Itu sudah selesai, sudah final," kata Eva.
Seperti diketahui, pada milad ke-21 FPI, Rizieq Shihab mengatakan BPIP tidak paham hakikat dan esensi Pancasila. Rizieq mengatakan Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia, bukan pilar negara.
Baca: Tangkal Khilafah, Sosialisasi Pancasila Harus Diperkuat
Namun kini, lanjut Rizieq, ada pihak yang menyebut Pancasila sebagai pilar negara. Menurutnya pihak itu gagal paham tentang Pancasila.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizieq lewat video dari Mekah yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV, pada Sabtu (24/8) dalam acara Milad FPI yang digelar di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.