Jakarta, Gesuri.id - Brando susanto saat ini telah menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029, meskipun masih jadi anak bawang di kursi legislatif tak membuat Brando berkecil hati.
Kemantangan dalam dunia politik yang ia tekuni sejak tahun 1998 menjadi modal tersendiri dalam melayani rakyat.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Taruna Merah Putih (TMP) DKI Jakarta menuturkan secara khusus kepada tim Gesuri.id bagaimana ia menjalani karier politik mulai dari mahasiswa. Berikut petikan wawancaranya,
Bisa diceritakan bagaimana Mas Brando bisa terjun ke PDI Perjuangan?
Sebenarnya saya ini kan produk mahasiswa tahun 90-an dimana pergolakannya menurunkan rezim Soeharto pada waktu itu saya sebagai aktivis intra kampus ya senat dan himpunan mahasiswa pada saat itu saya lebih memilih untuk tidak ke ekstra mahasiswa diluar tetapi saya pingin sesuatu yang unik dan betul-betul saya bisa berkontribusi, singkat cerita pada waktu itu PDI Pro Mega pada saat itu benar-benar membutuhkan tenaga sarjana.
Kebetulan saya sarjana ilmu politik lalu saya di berikan kesan kepada dosen penguji saya skripsi kamu tidak membumi tanpa praktek dalam ilmu politik yang reel politik lalu kemudian carilah sebuah eksperimen pengalaman yang bisa membuat kamu tidak hanya teks book tapi juga mampu untuk menjadi bagian dalam sejarah kamu itu untuk bisa menuangkan ilmu kamu yang ada di kampus itu pesannya dosen penguji saya pada saat itu.
Salah satu dosen penguji saya sekarang anggota DPR RI dari PDI Perjuangan namanya Bang Andreas Hugo Pareira beliau adalah Doktor, lalu Kemudian beberapa kenalan saya juga ikut untuk merefrensikan bergabung membantu PDI Pro Mega tahun 98 saya masuk 98 pas pergolakan rezim Soeharto pada saat itu.
Kemudian saya masuk pada saat itu masih PDI Pro Mega dengan segala dinamikanya yang cepat dan luar biasa bagi saya bagi anak baru yang lulus sarjana merupakan kebingungan yang luar biasa karenasaya kan di Bandung nggak punya keluarga lalu saya juga bukan anak Jawa barat saya lahir dan besar di sekolah terakhir SMA sampai Jakarta.
Jadi buat saya itu pengalaman yang super duper terkenang sampai sekarang Bagaimana PDI Pro Mega pada saat itu kantornya tidak boleh di tempat yang PDI satunya jadi kita mengungsi secara darurat lalu kemudian banyak teror-teror dari yang cepak-cepak itu ya kan bahkan saya pernah mengalami sebagai sekretariat DPD PDI provinsi Mega pada saat itu untuk diserang. Sekretariatnya di serang dia acak-acak maaf ya untuk sebagai anak muda yang baru lulus kan nggak ada di dalam teks politik yang saya bilang sama nyerang ya kami hanya pegawai sekretariat bapak-bapak mau hancurin Kaca mau terbalikin bangku kekuatan saya cuma satu dua orang apalah saya.
Tapi di situ saya dididik mental bahwa bertahan dalam situasi yang sangat sulit dalam ilmu politik ternyata bisa juga dan betul mereka menghancurkan segalanya tapi saya sudah simpan hardisk-nya Karena pada saat itu PDI Promega akan menghadapi Pileg pertama sebagai PDI Perjuangan tahun 99 kita harus mempersiapkan segala dokumennya dan Diharapkan dengan serangan itu selain menimbulkan teror tentu saja mengacaukan administrasi agar Jawa barat tidak ikut dalam kontestasi pemilu legislatif yaitu cerita awalnya dan Jawa Barat pada saat itu masih kalau ga salah 34 kabupaten kota karena termasuk Banten begitu besarnya Jawa barat saat itu.
Saya melihat akhirnya pengalaman itu membuat saya bahwa perjuangan segala sesuatunya itu memang perlu pengorbanan jadi nggak ada yang is the winning itu nggak ada singkat cerita Kalau tidak salah 99 itu kita menang dengan sangat telak di Jawa Barat yang terutama yang saya tahu 34 kursi DPR RI dan mungkin 30 lebih 34 juga kalau ga salah DPRD Provinsi Jawa Barat dan kami berhasil mengantarkan ketua DPRD Provinsi Jawa Barat pertama dari PDI Perjuangan namanya Haji Didin Rafiyuddin (Almarhum).
Saya ingat kang idin namanya setelah sidang Paripurna menetapkan pimpinan definitif ketua DPRD pada saat itu rahun 99 saya yang mengantarkan ke ruangannya beliau karena beliau belum tahu yang mana ruang DPRD lucunya saya disuruh duluan, kamu dulu aja kalau saya anggota dewan nanti kalau salah malu kira-kira begitulah dengan ujung-ujungnya saya pada saat itu Ya saya berangkatlah ke lantai dua Ya tentu saja pak Pamdalnya nanya mas mau nyari apa, saya mau nyari ruang ketua DPRD.
Ada apa biasalah ada birokrasi yang begitu saya mau tau aja dimana Saya merahasiakan dong bos saya, setelah saya tahu ya di situ. Ya udah saya balik lagi kang di atas di lantai dua benar ga nih iya benar baru kita masuk akhirnya saya masuk dan pamdalnya lihat ketua DPRD kan langsung siap nah saya senang bangat waktu itu rasain lho ya tadi lho nekan nekan gue lho! Sekarang yang gue bawah ketua DPRD bener.
Jadi saya lihat dari cerita yang itu saya merasa bawah itu bagian dari sejarah hidup saya juga bahwa proses kemenangan tidak mudah waktu 99 kita kampanye juga banyak penolakan di mana-mana teror di mana-mana ya karena PDI Perjuangan yang sudah dideklarasikan oleh Ibu Mega di GBK waktu itu sebagai nama yang baru. Maka kita juga harus mempromosikan dengan sepenuh hati bahwa ini adalah kekuatan people power untuk ikut dalam kontestasi 99 ya itu pengalaman saya pertama kali masuk di PDI Perjuangan.
Berarti tidak pernah ikut organisasi di kampus seperti GMNI?
Nggak ada saya benar-benar murni dari Himpunan Mahasiswa kemudian saya senat mahasiswa itu senat yang namanya bukan BEM yakita aktif aja disitu dan pertanyaannya Kenapa Brando aktif di situ ya karna saya anak kos-kosan 24 jam gak bisa pulang gak punya rumah ya ga punya keluarga yang akhirnya mengambil inisiatif untuk kreatif agar 24 jam waktu efektif saya beraktivitas di kegiatan kemahasiswaan yang ada di Parahyangan saat itu Bandung.
Berarti lama di Jabar? Ada alasan khusus kembali ke Jakarta?
Karna pulang aja setelah 2002 karna sudah lewat pemilu ya dengan segala dinamikanya 2002 Saya pulang ke Jakarta karena ayah saya bilang kamu itu susah ya di tarik ke jakarta kalau kamu sekolah aja nanti bapak biaya S2 nya saya bilang ga mau kalau pulang nggak ada kerjaan singkat cerita saya dapat pekerjaan profesional di Jakarta.
Tidak mudah di Global company perusahaan Jepang Saya berusaha untuk meyakinkan pada hrd Bahwa saya bisa mendelifer apa yang menjadi joobdes skipsien dari perusahaan swasta walaupun background saya di dunia politik saya bilang ini kan banyak ekspertise yang saya alami juga bisa bermanfaat di dunia kerja.
Alhamdulillah saya di Terimalah di perusahaan Jepang pada saat itu 2002 lalu saya meniti karir sampai di berapa belas tahun menjadi profesional dari jakarta sih setelah itu kemudian mendirikan usaha karena Saya punya pemikiran ingin salah satu poin yang menarik buat saya ketika bergabung dengan PDI Perjuangan adalah soal Trisaktinya Bung Karno karena pada saat saya muda itu saya merasa bahwa berdaulat bidang politik saat pasti bisa karena modalnya keberanian dan wawasan saya harus memilih wawasan saya apa lalu Saya punya keberanian ngga untuk menetapkan pilihan saya tentang berdaulat tentang politik.
Tapi yang kedua ini yang agak saya sulit adalah Berdikari di bidang ekonomi karena saya melihat sendiri ketika orang berdaulat di bidang politik lalu secara ekonomi dia kurang mampu dia akan terombang ambing pada saat itu saya juga merasakan itu karena kan saya tidak punya pegangan tetap untuk kerja juga masih Ya begitulah kerja masih karyawan rendahan.
Saya pengen Ketika saat itu untuk punya Kekuatan menjadi Berdikari bidang ekonomi saya sampaikan kepada orang tua saya pengen merintis usaha sendiri. Saya dimarahin sama bapak. Kamu ini kurang bersyukur le bapak saya orang Jawa kamu itu harus bersyukur gajimu itu sudah dolar akhirnya and up di perusahaan Owen company, global company dulu namanya KLTE sekarang namanya Savefrom kamu harus bersyukur bahwa Enggak semua orang bisa sampai di level kamu ya Pak saya bersyukur, tapi saya juga pengen mewujudkan mimpi saya, Kurang saya cuman satu ko pak di saat itu saya pingin berdikari di bidang ekonomi dengan merintis usaha Mumpung saya punya modal yang saya dapatkan dari pensiun Dini pada saat itu Caltex menyiapkan pensiun dini.
Saya akan berusaha untuk mewujudkan mimpi saya singkat cerita Saya berusaha untuk merintis usaha walaupun orang tua saya melarang yang tadinya Posisi di mana turun naik kantor itu sudah dari mulai lempar lembing (naik bis) sampai di sopirin naik sedan jauh ya harus kembali lagi menjadi pengusaha yang baru ke bawah lagi mengalami beberapa kali shock culture lagi antara nggak punya duit dan harus belanja untuk barang dagangan harus bayar karyawan harus bayar, macam-macam bayar leasing dinamika yang ga pernah saya temui akhirnya saya pindah dan akhirnya wujudkan sampai hari ini usaha saya masih jalan itu dan bisa dikatakan salah satu yang menopang hidup keluarga saya dan keluarga besar juga adalah dari usaha yang saya rintis beberapa belas tahun yang lalu.
Alasan untuk berani nyaleg?
During period of time saya tetap aktif di PDI Perjuangan tapi tidak lagi sebagai sekretariat pada saat itu jadi saya tetap aktif ikut Deng dinamikanya di Jawa Barat dan berapa kali saya jadi pengurus cabang itu di PDI Perjuangan Kabupaten Subang kemudian juga di provinsi Jawa Barat dan pengurus sayap partai saya tekunin aja dengan idealisme saya bawa Bisa ko sambil kerja tapi juga mewujudkan cita-cita nasionalisme kita dalam berkontribusi di partai politik yang saya kira paling tepat bagi saya saat ini dan waktu itu adalah PDI Perjuangan. Berjalan beriringan bisa ko bagi waktunya dan berkeliling Jawa Barat pada waktu itu.
Mas Brando selalu aktif di TMP, bisa diceritakan?
Saya pernah menjadi pengurus TMP Jakarta Timur balik lagi DKI Jakarta pengurus Jakarta Utara juga sebagai sekretaris DPC, jadi buat saya sih ketika ditugaskan saya siap saja karena saya yakin pimpinan partai pasti sudah punya itung itugannya dan tidak akan membiarkan saya tanpa arahan sampai akhirnya mati sebelum berkembang kan partai kita partai yang baik PDI Perjuangan mencoba untuk membangkitkan semangat motivasi anak muda yang saya ikut dalam proses itu.
Kalau berbicara tentang TMP DKI Jakarta itu seperti apa?
kalau bicara tentang TMP DKI Menurut saya kita berbeda dengan TMP di Provinsi lain Salah satunya karena ini Ibukota mungkin anak-anaknya lebih anak-anak mudanya jauh lebih terdidik, lebih kritis, lebih punya banyak informasi ini kalau ini lebih mencerminkan bahwa ada kepintaran pengetahuan yang luas dan ada ketulusan hati untuk membantu mereka sebagai anak muda kota metropolitan ya. Jadi nggak bisa gaya daerah di bawah ke kota itu kira-kira karena marketingnya beda gampang sekali switching dan gampang sekali membandingkan dengan informasinya berkecukupan bagi anak-anak Jakarta dan pilihan untuk aktif di organisasi lain di jakarta yang juga banyak baik itu organisasi profesi, organisasi bisnis organisasi hobi jadi anak-anak muda di Jakarta banyak pilihannya.
Bagaimana kita bisa merangkum itu makanya TMP Jakarta saya punya fotmulasinya gimana kita blang in juga dengan kalau bahasanya Ibu Mega sekarang Bonding ya, bagaimana kita masuk mewarnai lalu kemudian mereka jadi tertarik jadi ga bisa doktrinasi kita harus membaur dulu ke mereka membaur dulu dengan mereka kalau istilahnya Salah satu yang memberitahukan saya kita masuk aja dari pintu mereka pastikan mereka keluar dari pintu kita jadi Masuk dari pintu mereka tetapi keluar dari pintu kita kita bawa untuk keluar dari pintu kita.
Kalau anak-anak muda itu segan berpolitik karena masih ada anggapan politik itu kotor, bagaiamana tanggapan Mas Brando?
Politik kotor dan lain lainnya saya selalu menjadi jurkamnya lah kalau politik kotor itu oknumnya prosesnya itu yang kita jaga sama sama ya semakin banyak komplain tapi ga berbuat sesuatu ya masa depan Indonesia akan semakin gelap dong? Inikan dibutuhkan pemuda yang tahu masalahnya mungkin disitu belum beres di sini ada kebaikan bagaimana kita mensimulasikan proses yang baik, kan pemilik masa depan kan anak anak muda bukan orang orang tua lho!.
Perjalanan karier politik Mas Brando cukup panjang, bagaiamana rasa suka dan dukanya yang dialami?
Saya bilang di kesempatan anak anak muda di Jakarta ya saya senang untuk memberikan motivasi misalnya politik itu jangan di ukur dengan transaksional juga saya lakukan ini saya dapat apa Saya datang ini saya dapat apa kalau ga dapat apa apa saya cabut tidak akan kelar kelar kalau seperti itu karena setiap rumah organisasi akan menawarkan setiap saat kendisnya apakah kita harus mutar mutar menyari kendis, ga! I am some time be creat own kendis juga dalam organisasi jadi maksud saya ketika mentalitas nya adalah transaksional maka kita tidak akan sampai tujuan itu intinya.
Saya ngomong berkali-kali saya 2014 saya ikut kampanye kan Pak Jokowi-JK pada saat itu di Jawa Barat kita keliling keliling, saya bukan caleg tapi saya ikut, ikut terlibat mengerahkan massa dan lain sebagainya nggak punya ambisi untuk menjadi anggota Dewan pada saat itu, 2019 bahkan saya kampanye pertama di Jawa Barat untuk Jokowi-Ma'ruf Amin silahkan di Google saya. Saya kampanye di 24 titik bersama TMP Jawa barat di 24 kabupaten kota masing-masing titik itu bisa 1.000 lebih yang hadir anak anak mudahnya.
Nah pada saat itu pun saya tidak nyaleg saya berhasil untuk bersama-sama dengan teman teman yang mau bantu logistik yang membantu akses membantu mengumpulkan masa, konsumsi dan sebagainya ya kita himpun supaya menjadi sebuah titik-titik yang bermanfaat bagi proses politik kita yang baik kan begitu? Yang menurut kita pada saat itu adalah layak di diperjuangkan Siapa itu ya Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin. Tanpa embel embelsaya mau jadi apa kemudian bagaimana nggak ada kepikiran itu jadi saya mau sampaikan bahwa kita ketika kita nothing tulus maka kita akan jadi lebih gampang.
Permasalahan di dapil seperti apa?
Permasalahan kita yang paling mendasar di dapil itu pertama Jakarta Utara Secara geografis adalah pesisir, pesisir artinya semua kau saya memaknainya semua curah hujan yang mengalir akan kembali ke laut.
Nah jadi kitalah pesisir yang akan nanti mau hujannya di Bogor dan di mana pasti akan kembali ke laut, nah masalahnya kalau ke laut itu ke Jakarta Utara terutama di daerah saya di Pademangan dan Priuk itukan penyangga terakhir sebelum ke laut nah jadi isu klasik tentu adalah banjir yang tak kesudahan.
Nah kita minta tolong supaya Pemprov DKI Jakarta mengapresiasi atau melakukan revitalisasi sungai dan sebagainya termasuk memang ada beberapa masyarakat yang masih tinggal di bantaran sungai dan lain sebagainya cari solusi lah kita memanusiakan orang sekaligus menormalisasi agar banjir tidak menjadi momok bagi masyarakat di Jakarta Utara itu yang pertama.
Kedua yang perlu dipahami juga bahwa di Jakarta Utara terutama mereka masih banyak pengangguran lowongan pekerjaan yang masih kurang lalu kemudian ya kehidupannya masih belum setara dengan Jakarta yang lain seperti di beberapa Kecamatan itu harus dicarikan solusi karena lowongan pekerjaan ini sebenarnya itu lebih baik daripada bantuan sosial. Walaupun sekarang bantuan sosialnya setiap bulan ada tetapi yang diperlukan sebenarnya juga adalah harga diri kalau orang terus di bantu tapi nggak pernah keluar dari penentasan kemiskinan berarti ada yang salah dengan program kita.
Nah harapan saya dengan adanya lowongan pekerjaan atau menciptakan lowongan pekerjaan atau mengupgrade skill-skill yang ada di masyarakat sekarang yang ada di Jakarta Utara itu bisa membuat mereka lebih punya nilai hidup dengan punya dikniti punya harga diri jadi tidak tangan dibawa lagi tapi sudah mengenggam artinya dia bisa, belum bisa memberi mungkin tapi paling tidak dia bisa mandiri di atas dirinya sendiri, Itu yang kita harapkan.
Yang terakhir mungkin saya berharap pembangunan Jakarta Utara tidak hanya seremonial, kalau hanya terkenal dengan pesisirnya ya industri-industri yang ada sekitar situ juga seharusnya tumbuh dan berkembang pertama pariwisata seperti di Ancol itukan pariwisatanya dari zamannya saya kecil ya ngga berubah, sementara di luar negeri sana Udah berubah kayak apa kita bisa saksikan sendiri kehebatannya dan di Ancol itu kan satu-satunya BUMD yang memiliki hak eksklusif terhadap pantai terbaik di teluk Jakarta ya satu-satunya ya, yang di wilayah Jakarta ya saya ngga ngomong yang ada di PIK ya, PIK aja yang baru itu bisa di buat menarik seperti itu ya apalagi ini hak ekslusif.
Bagaimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bisa menata ulang Ancol menjadi sebuah tidak lagi history tetapi juga sesuatu yang visioner bagi anak-anak kita sehingga punya imajinatif tentang hiburan yang happening bagi masyarakat Jakarta Utara dan masyarakat Jakarta karena kalau orang di paksakan terus studi tour ke Ancol mereka akan menyaksikan hampir sama dan tidak berubah padahal kan kita Jakarta mampu.
Dengan konsep kota global mungkin ini menjadi suatu daya tarik bagi Jakarta Utara dimulai dengan Ancol, Ancol di tata dengan baik ya menjadi pusat kuliner terbaik mungkin di Asia yang menghadirkan banyak menu menjadi pusat entertemen yang baik dan semuanya memungkinkan karena apa? Karena tadi milik BUMD DKI Jakarta dan bisa direvitalisasi kita punya dananya walaupun kita nggak mau pakai APBD, kita bisa mengundang investor luar dengan kontrak yang baik ya jadi orang ke Jakarta itu tau destinasinya, destinasi wisatanya tuh jelas gitu.
Ancol nih karena hiburannya jelas gitu selama ini Ancol belum bisa sampai kesana dan mudah-mudahan tiga hal tadi bisa di perjuangkan selama saya menjadi anggota dewan paling nggak saya membantu untuk mendorong poin-poin tadi mencapai dan terlaksana oleh pemerintah Mas Pram dan Bang Doel.
Secara keseluruhan apa ada harapan untuk pemerintahan Pramono-Rano?
Pemerintahan Mas Pram dan Bang Doel sebenarnya kita mengharapkan brektru ya, brektru yang kayak gimana nih, menurut saya 3 tahun terakhir sejak pak Anies tidak lagi menjadi gubernur itukan 3 tahun atau lebih itu dimenej oleh PJ Gubernur kewenangan PJ Gubernur terbatas dan karakter birokrasi kita itu semakin terbentuk untuk auto pailed karena 3 tahun dipimpin oleh PJ Gubernur ini yang menjadi penyakit kita karekter sudah terbentuk maka ada ogah kerja lagi maksimal kembali ke jaman gubernur sebelumnya bagaimana kita lihat pak Ahok dan pak Jarot sangat prudent dalam menerapkan publik servis yang baik.
Kita mau kembali lagi ke jaman itu? Harapan saya publik servis kita terutama di gubernur Pemprov DKI Jakarta di pimpin oleh pak gubernur dan pak wagub itu lebih responsif kepada masyarakat bukan yang ngasih tindak masyarakat ada problem baru di hampirin, sudah kebakaran baru pemadamnya datang apalagi kadang-kadang sudah mau sekarat problemnya masyarakat tidak ada tindak lanjutnya nah birokrasi kita ini perlu di berikan sok terapi ataupun tritmen-tritmen khusus agar lebih merespon problem masyarakat dengan adanya pembangunan Jakarta harapan saya secara umum itu karena problem masyarakat yang spesifik pasti banyak kita kurang apa sarana pendidikan, kesehatan kita kurang pro terhadap transportasi publik yang googreend, kita kurang ruag-ruang terbuka perjumpaan warga masih banyak lagi problem Jakarta apalagi sekarang sudah di klear sebagai Jakarta kota global.
Sementara kita ketahui kita jauh di bawah bangkok sedih ga? Sebagian orang Jakarta yang sudah kesana menganggap Bangkok biasa-biasa saja secara urutan kita di bawah jauh okelah kalau kita masih kalah sama Singapore tapi Bangkok dan kota-kota lain yang ada di Asia mungkin Pilipana, Manila Kita masih dibawah menurut saya ini saatnya kerja supaya Jakarta paling tidak betul-betul di segani di ASEAN karena ibukota ASEAN ada di Jakarta Selatan ini harus betul-betul tidak hanya ada fisiknya yang ada tapi juga betul-betul kelihatan bahwa mancanegara itu tujuan ibukotanya adalah Jakarta itu yang belum kita miliki mudah mudahan dengan Mas Pram dan Bang Doel kerja keras bisa tercipta di era sekarang ini.
Kalau berbicara tentang partai, bagaimana mas Brando melihat PDI Perjuangan kedepannya?
Saya pikir dalam dunia politik itu sebuah keniscayaan itu biasa ya dalam turbulensi jalannya suatu organisasi termasuk partai politik kan dinamisasi itu tentu harus ada naik turunnya yang penting adalah bagaimana di saat naik kita berkontribusi banyak dan saat pada kita mungkin sedang turun pada saat sekarang tidak lagi di dalam pemerintahan kita juga bisa mendirikan gerak kita menjadi kritisi yang membangun untuk pemerintahan yang sekarang tentu saja masih banyak cipta perbedaan-perbedaan biasalah dalam katalisator politik ya tetapi berbeda dengan pemerintahan nasional, Jakarta ini sedikit unik kenapa karena selain Ibukota juga kita disini partai politiknya sebagai pemenang di pemerintahan baik di Gubernur dan wakil gubernur dua duanya kader terbaik PDI Perjuangan.
Bagaimana sikapnya yang berbeda dengan rasional cuaca nasional mungkin berbeda dengan cuaca di DKI Jakarta padahal semua keputusan nasional diputuskan oleh Jakarta ini mengaturnya ga gampang dan saya melihat suatu saat pasti akan ketemu dalam sinergitas yang baik ya karena semua yang bertugas pelayan publik juga punya Nasional yang sama dan menjadikan Indonesia Raya itu betul-betul Indonesia Raya.
Ada saran untuk generasi muda?
Saya rasa orang itu generasi muda itu harus punya spirit sendiri tentang hidupnya, jangan terlalu banyak dengar tentang orang lain jangan terlalu banyak belajar cerita orang lain, penting belajar sejarah tapi lebih penting lagi bagaimana kita membuat sejarah kita yang positif kita mau kemana sih? Kita mau di kenang sebagai apa, legasinya apa, dan kontribusinya apa.
Nah untuk teman-teman muda yang mau memulai karirnya Saya berharap kita jangan memulai dengan transaksional, ketika saya melakukan ini saya mendapatkan apa semua orang pasti punya kebutuhan semua orang tentu punya harapan tapi itu dikemukakan debgan transaksional maka sebenarnya kita sedang memendekkan masa depan kita.
Menurut saya harusnya kita bekerja karena kita pengen membangun legacy yang baik bagi bangsa dan negara ini cukup ini saja toh suatu saat saya yakin anda akan sampai di level di mana cita-cita itu semakin banyak terwujud kalau transaksinya di depan maka akan terjebak dengan itu kadang-kadang kita melakukan sesuatu yang betul-betul kita pingin lakukan kaya saya kemarin ceritakan di 2019 dan 2014 saya kampanye terhadap calon presiden dan 2017 saya kampanye calon gubernur 2018 Saya juga kampanye untuk calon gubernur padahal saya ga nyaleg, 2017 di Jakarta waktu Ahok-Jarot tahun 2018 waktu pak TB Hasanuddin jadi calon gubernur Jawa Barat nah saya ga ada kepetingannya.
Tetapi saya pingin mendarma baktikan sedikit dari yang saya miliki ini untuk Bagaimana menghimpun masyarakat anak-anak muda, jadi jangan transaksional.
Saya yakin ketika kita bergerak maka kita dapat sesuatu yang lebih dari sekedar yang kita butuhkan bukan hari ini tapi suatu saat ia akhirnya ketika kampanye 2024 saya sudah terbiasa dengan kampanye bedanya hal ini saya Kampanyekan diri saya tetapi saya sudah terbiasa untuk berkampanyekan ide dan gagasan bukan Lagi menjual siapa Brando tapi apa gagasannya Apa yang ia kerjakan apa yang sudah Brando kerjakan jadi berceritanya narasinya akan jauh lebih lengkap ketika kita sudah punya pengalaman itu, jadi buat teman-teman muda jangan jangan transaksional pada hidup anda apa yang anda dapatkan hari ini apa yang di kerjakan hari ini mungkin ga langsung seperti cabai makan langsung pedes suatu saat akan mendapatkan manfaat bagi kehidupan dan setiap orang harus membuat sejarahnya sendiri itu pesan saya untuk anak-anak muda Jakarta.