Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menggelar kegiatan sosial dengan berkeliling Kota Garut hingga Kecamatan Cilawu.
Dalam kegiatan ini, Ia menyapa para pemulung, tukang becak, serta mengunjungi dua lansia dhuafa yang tinggal dalam kondisi memprihatinkan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor informal, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
Sepanjang perjalanan, Yudha Puja Turnawan memberikan paket sembako dan uang tunai kepada pemulung dan tukang becak sebagai bentuk tali asih.
"Saya bersama kawan-kawan kader PDI Perjuangan dan teman-teman konten kreator dari Bandung, seperti Om Lois, Apihdow, Om Reski, dan Papa Malik, berkeliling Kota Garut. Kami menyapa para pekerja sektor informal dengan memberikan sembako dan sedikit uang untuk berbuka puasa," kata Yudha Puja Turnawan, Senin (24/3/2025).
Ia menegaskan bahwa sebagai kader PDI Perjuangan, dirinya ingin terus memupuk rasa kepekaan sosial, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H.
Selain menyapa pemulung dan tukang becak, Yudha juga mengunjungi dua lansia dhuafa di Kampung Cipeteui, RW 06, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu. Yang pertama adalah Emak Ucih, seorang lansia tuna netra yang hidup seorang diri di rumah yang tidak layak huni.
Kondisi serupa juga dialami Emak Iso, yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
"Saya akan mengusulkan bantuan kepada Bupati Garut dan Kementerian Sosial agar mereka bisa mendapatkan Rumah Kesejahteraan Terpadu (RST) untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka," ucapnya.
Setelah kegiatan sosial, Yudha dan rombongan menyempatkan diri untuk berwisata ke Curug Cihanyawar yang terletak di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu. Perjalanan menuju lokasi melewati Kampung Cipeteui, tempat dua lansia dhuafa tersebut tinggal.
Mengajak Masyarakat untuk Tingkatkan Solidaritas. Di penghujung kegiatan, Yudha mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
"Mari tingkatkan solidaritas, empati, dan kepedulian terhadap mereka yang hidup dalam kondisi sulit. Menjelang 1 Syawal 1446 H, mari kita sambut hari kemenangan dengan berbagi kebahagiaan," ajaknya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial harus terus digalakkan, bukan hanya dalam momen tertentu, tetapi sebagai bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga.
Sumber: prianganinsider.pikiran-rakyat.com