Ikuti Kami

Koster: Budaya Bagian Fundamental Bangun Karakter Bangsa

Kebudayaan bisa membangun integritas moral dan membangun karakter masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai budaya.

Koster: Budaya Bagian Fundamental Bangun Karakter Bangsa
Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Badung, Gesuri.id - Gubernur Bali, I Wayan Koster mengatakan kebudayaan selain menjadi aset bangsa yang harus dipelihara dengan baik juga memiliki beberapa dimensi yang penting, seperti menjadi sumber nilai kehidupan, sumber inspirasi karya seni dan bagian dari pengembangan perekonomian.

“Ini penting menurut saya. Dan ini pasti akan menjadi fenomena ke depan. Salah satu fundamental kita adalah membangun karakter bangsa,” ujar Koster saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan dengan Tema “Maju Budaya Indonesia Bahagia” di Nusa Dua, Badung, Kamis (19/12).

Baca: Koster: Keharmonisan Antarumat Harus Terus Dijaga

Mantan legislator yang ikut membidani lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan ini mengatakan budaya bisa menjadi nilai-nilai sumber kehidupan. Menurutnya kebudayaan bisa membangun integritas moral dan membangun karakter masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai budaya.

Koster menambahkan budaya juga memiliki dimensi sebagai karya seni atau produk seni sebagai bentuk ekspresi budaya.

“Di Bali kaya, sangat kaya dengan tari-tarian, musik, tradisi dan modern,” ujar Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Dimensi yang ketiga, kata Koster, budaya sebagai basis untuk mengembangkan perekonomian. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah tidak lagi melihat Indonesia dari sumber daya alam yang jika dikeruk terus menerus lama-kelamaan akan habis.

Menurutnya budaya adalah salah satu basis ekonomi biru karena bisa menghasilkan ekonomi yang bernilai tinggi, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca: Koster Targetkan 2024 Bali Gunakan Energi Baru Terbarukan

“Jadi masa depan Indonesia dalam jangka panjang menurut saya ditentukan oleh ekonomi yang berbasis pada budaya,” ujarnya.

Gubernur Koster mengatakan dimensi-dimensi ini sudah dipraktekkan di Bali melalui berbagai kebijakan yang berorientasi budaya seperti pelestarian bahasa dan aksara Bali, penggunaan busana adat Bali dan membuat wahana seni.

“Saya juga sedang mendesain industri kreatif berbasis budaya branding Bali,” jelasnya.

Quote