Sanggau, Gesuri.id - Bupati Sanggau, Kalimantan Barat Paolus Hadi mengimbau masyarakat yang henda membuka lahan untuk berkebun jangan membakar lahannya, karena berpotensi kebakaran hutan dan lahan.
Kalimantan Barat termasuk salah satu Provinsi yang rawan kebakaran hutan kebun dan lahan di mana faktor pemicu terjadi kebakaran adalah pembakaran lahan sebagai bentuk kebiasaan masyarakat yang berkebun dengan cara membakar.
Baca: Bupati Sanggau: Waspadai Peredaran Obat-Obatan Kedaluwarsa
“Terjadinya Karhutla yang luas dapat menimbulkan dampak yang besar serta munculnya bencana asap yang dapat merusak saraf otak, menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan, menghambat transportasi, ” katanya.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Sanggau itu menjelaskan, penanggulangan Karhutla dapat dilakukan dengan upaya preventif antara lain pemetaan hotspot, deteksi dini, melakukan imbauan, sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat untuk melakukan kegiatan koordinasi dengan instansi terkait.
“Dan memberdayakan peran tiga pilar yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa, ” tuturnya.
Bupati berharap kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama tokoh adat dan instansi terkait serta Perusahaan yang ada di Kabupaten Sanggau untuk mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi karhutla di Kalimantan Barat.
Terlebih, lanjutnya, Indonesia segera menghadapi event besar di negara kita yaitu Asian Games. dimana Indonesia merupakan tuan rumah dalam pesta olahraga terbesar se-asia tersebut yang berdampak pada dunia Internasional.
Baca: Ketua DPRD Sanggau Mantapkan Diri Nyaleg
Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama instansi terkait menyiapkan sedikitnya 500 pasukan yang siap menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kabupaten Sanggau.
Secara khusus Bupati Sanggau, Paolus Hadi memimpin apel gelar pasukan siaga api operasi bina karuna II tahun 2018 dalam rangka penanggulangan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Sanggau, di komplek Sabang Merah, kelurahan Bunut, kabupaten Sanggau.