Ikuti Kami

Pemberantasan TB Perlu Dilakukan dengan Komprehensif

Langkah pemerintah daerah dalam penanganan tuberkulosis adalah dengan menyusun rencana aksi daerah atas penanganan penyakit tersebut.

Pemberantasan TB Perlu Dilakukan dengan Komprehensif
Ilustrasi penderita TB.

Pekalongan, Gesuri.id - Permasalahan Tuberkulosis (TB) merupakan persoalan yang serius, karena penyakit pada saluran pernafasan manusia yang disebabkan oleh bakteri ini memiliki dampak terhadap menurunnya produktivitas bagi penderita. Hal itu tentu harus diatasi secara komprehesif untuk persoalan kesehatan masyarakat khususnya di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Berdasarkan analisa dari Fraksi PDI Perjuangan, yang disampaikan oleh Rossi Ardiyanti sebagai juru bicara fraksi, permasalahan TB tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah faktor kemiskinan, belum maksimalnya program pemberantasan penyakit TB, belum memadainya organsasi pelayanan tuberkulosis, dan sebagainya.

"Persoalan komitmen politik dan pendanaan juga menjadi salah satu faktor berhasil atau tidaknya dalam penanganan penanggulangan penyakit tuberkulosis," tandas Rossi, dalam Rapat Paripurna dengan agenda Persetujuan Bersama Raperda Penanggulangan Tuberkulosis menjadi Perda Penanggulangan Tuberkulosis, Kamis (29/3).

Dalam rapat yang dilakukan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan itu, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan kembali terkait hal-hal yang telah dibahas dalam rapat-rapat Pansus mengenai saran serta masukan dalam konsideran Raperda tentang Penanggulangan TB ini bisa beroperasi ketika disahkan menjadi Peraturan Daerah.

Rossi berharap, seluruh pihak berkomitmen dalam menanggulangi TB yang ada di Kabupaten Pekalongan, sehingga Kabupaten Pekalongan memberikan kontribusi secara nasional dalam menanggulangi tuberkulosis yang ada.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pekalongan, Moh Nurkholis, sesaat sebelum rapat paripurna tersebut digelar menyatakan, salah satu langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam penanganan tuberkulosis adalah dengan menyusun rencana aksi daerah atas penanganan penyakit tersebut.

Dengan begitu, dalam program penanganannya nanti akan terstruktur, terukur dan diharapkan bisa tepat sasaran.

"Beberapa daerah lain di Jawa Tengah, seperti di Kabupaten Kebumen sudah menyusun Rencana Aksi Daerah mengenai tuberkulosis, meski di sana (Kebumen) belum ada Perda-nya. Di sini ketika saya tanya ke Bappeda informasi yang saya peroleh, Kabupaten Pekalongan belum memiliki rencana aksi daerah soal tuberkulosis," jelasnya.

Lebih lanjut Rossi memaparkan, laporan WHO tahun 2014, ditingkat global diperkirakan sebanyak 9,6 juta kasus TB baru. Dimana  3,2 juta kasus di antaranya adalah perempuan, 1 juta kasus menyerang anak usia dibawah 15 tahun. Dari kasus TB tersebut ditemukan 1,1 juta 12% nya terjangkit HIV positif dengan kematian 320.000 orang (140.000 orang adalah perempuan).

Quote