Jakarta, Gesuri.id - Kajian Tim DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung konsumen narkoba sudah tanpa kelas, dalam artian mulai kelas ekonomi terbawah sampai kelas ekonomi teratas.
“Guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal pemberantasan narkoba, PDI Perjuangan mengusulkan beberapa hal kepada Bapak Kapolres,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Harjoko Sangganagara, saat silaturahmi jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kab Bandung bersama Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan di rumah jabatannya di Soreang, Rabu (9/10).
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemimpin
Harjoko memaparkan, pihaknya pun mengusulkan agar kepolisian memberikan ruang kepada orang tua melaporkan anaknya yang terkena narkoba, tapi tidak untuk diproses sebagai kriminal, ditangkap sesuai prosedur sebagai shock theraphy, selanjutnya direhabilitasi.
Terkait biaya rehabilitasi selain bersumber dari APBD, PDI Perjuangan mengusulkan dibuatnya dompet gotong royong untuk biaya rehabilitasi.
Ketiga, diusulkan pula agar proses rehabilitasi narkoba tidak saja menyelesaikan soal narkobanya, tapi juga dikasih materi keagamaan dan kewirausahaan serta diakseskan ke lembaga keuangan untuk permodalan usaha.
Baca: Ganjar Pranowo Harap Masalah Gas Melon Cepat Tuntas
PDI Perjuangan juga mengusulkan agar dibentuk forum gotong royong yang menjadi tempat curah gagasan untuk mengumpulkan gagasan penyelesaian kasus narkoba, makin banyak partisipasi akan makin baik.
“PDI Perjuangan juga meminta kepada Pemkab Bandung untuk serius menangani narkoba, karena penyebarannya sudah menghawatirkan bagi masa depan bangsa mengingat yang menjadi sasaran tidak saja orang dewasa, sekarang ini sudah sampai ke anak-anak level PAUD,” pungkas Harjoko.