Ikuti Kami

Komisi IV DPR Ingatkan Kondisi Kelestarian Hutan

Kondisi kelestarian hutan di berbagai daerah di Nusantara masih memprihatinkan sehingga diperlukan perubahan UU Kehutanan untuk pembenahan.

Komisi IV DPR Ingatkan Kondisi Kelestarian Hutan
Anggota Komisi IV DPR I Made Urip.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR I Made Urip mengingatkan bahwa kondisi kelestarian hutan di berbagai daerah di Nusantara masih memprihatinkan sehingga diperlukan perubahan UU Kehutanan untuk membenahi permasalahan tersebut.

"Kondisi hutan Indonesia darurat luar biasa untuk perbaikan," kata Made Urip di Jakarta, Kamis (4/10).

Baca: Inilah Langkah Cepat Tjhai Chui Mie Atasi Kebakaran Hutan

Menurut dia, saat ini UU Kehutanan yang dimiliki oleh pemerintah dinilai masih belum bisa memperbaiki berbagai persoalan yang ada.

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan itu menegaskan pentingnya penggantian peraturan perundang-undangan tersebut secara keseluruhan, bukan hanya perubahan pasal per pasal.

Ia mengingatkan bahwa laju deforestasi kawasan hutan di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga hutan semakin menyempit akibat pembukaan atau konversi lahan.

Bahkan, lanjutnya, Indonesia tercatat sebagai negara dengan laju deforestasi tertinggi di dunia, yaitu dua juta hektar per tahun sehingga diperlukan perubahan paradigma dalam pengelolaan hutan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, negara-negara Skandinavia bisa hidup sehari-hari dari hasil perputaran ekonomi sektor industri kehutanan.

"Saya pernah bertemu dengan beberapa kepala negara dari Skandinavia. Mereka cerita kehidupan sehari-hari dan perputaran ekonomi di negara-negara itu contoh Norwegia, Finlandia, dan Denmark banyak yang hanya hidup dari sektor industri kehutanan," ujar Presiden Joko Widodo di hutan pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (28/9).

Dari situlah, ia menjadi yakin kekayaan hutan yang ada selama ini belum mampu dimanfaatkan dengan baik dapat kemudian dioptimalkan.

Presiden menganggap hutan di Indonesia belum mampu dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar atau di dalam hutan.

"Fakta yang ada, ini yang harus kita perbaiki, di negara kita masyarakat kita yang hidup baik di sekitar maupun di kawasan hutan justru miskin. Seharusnya terbalik, masyarakat yang hidup di sekitar atau di dalam hutan harusnya makmur," kata Presiden.

Padahal Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam hutan yang luar biasa banyaknya dan dari situ tersimpan potensi ekonomi yang dapat menyejahterakan masyarakat.

Baca: Bupati Faida Komitmen Tolak Tambang Emas di Hutan Silo

Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa fungsi hutan tidak hanya menjadi paru-paru dunia, namun juga berperan sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Karena itu, dalam beberapa tahun ke belakang, pemerintah berupaya menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi rakyat terutama yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Melalui program perhutanan sosial, hutan yang ada dikelola bersama dengan masyarakat untuk menambah penghasilan mereka.

Quote