Ikuti Kami

Presiden Jokowi: Jangan Buat Bangsa Kita Pesimis!

Tak ingin masyarakat larut dalam isu negatif, Presiden Jokowi mengajak tawakal dan kerja keras.

Presiden Jokowi: Jangan Buat Bangsa Kita Pesimis!
Presiden foto bersama mahasiswi Unisma/ foto: netralnews.com

Malang, Gesuri.id – Berbagai isu negatif atau miring saat ini makin berkembang membuat Presiden Jokowi angkat bicara. Tawakal, ikhtiar dan usaha dengan kerja keras sebagai langkah kunci dalam menghadapi tantangan yang kini lebih berat.

"Jangan buat isu antek aseng, antek asing, isu utang, isu PKI, isu komunis, isu sertifikat itu menyebabkan bangsa kita menjadi pesimis. Rakyat harus memliki mental yang kuat, tahan uji, tahan banting karena negara yang kuat pasti akan diuji oleh Allah," sebutnya di Universitas Islam Malang, Kamis, (29/3).

(BacaJokowi Inginkan Urusan Perizinan Usaha Lebih Singkat)

Dalam sambutan di kuliah umum tersebut, presiden meminta masyarakat berbuat baik dengan cara melakukan tawakal, ikhtiar dan usaha dengan kerja keras. Sebab, tantangan yang akan dihadapi Indonesia semakin besar.

"Jangan kita dibawa ke hal yang membuat anak-anak pesimis. Tidak boleh kita pesimis. Anak saya sampai ditembak jika saya itu PKI. Di media sosial itu ramai, banyak yang mengkaitkan saya dengan PKI," ujarnya kesal.

"Secara logika itu tidak masuk, saya lahir 1961 PKI bubar tahun 1965. Isu gagal, gantian orangtua saya katanya PKI. Bahkan pada pidato D.N Aidit ditahun 1955 ada sebuah gambar bahwa saya sudah mendampingi. Padahal tahun itu saya belum lahir. Masya Allah belum lahir saja sudah ikut mendampingi," tambahnya lagi.

Meski begitu mantan Gubernur DKI Jakarta ini tak terlalu memikirkan isu negatif atau pesimistis tersebut. Dirinya merasa lebih baik fokus mensejahterakan rakyat dan mengajak masyarakat untuk berpikir dan bertindak positif. "Jangan pesimis. Lebih baik fokus mensejahterakan rakyat," tutur Jokowi

(Baca : Pertemuan Megawati dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka)

Kepada para mahasiswa yang hadir, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh rakyat untuk bersama-sama membuat bangsa Indonesia memiliki mental yang besar, yang punya mental pemimpin. "Berani menghadapi tantangan dan hambatan-hambatan. Semakin besar sebuah negara, semakin besar juga tantangan yang kita hadapi. Walaupun tantangannya berat, bangsa besar tidak boleh gentar dan pesimis. Ini penting sekali," sebutnya.

Sejauh ini, lanjutnya, Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika menjadi rujukan dunia dalam merawat toleransi di antara banyaknya perbedaan. "Kenyataannya beberapa kawasan dilanda konflik, beberapa kawasan kesulitan menjaga persatuan dan kesatuannya. Beberapa negara muslim juga menghadapi kesulitan yang sama," jelasnya. "Sudah dua tahun yang lalu Presiden Afghanistan meminta kepada Indonesia untuk bisa menjadi mediator bagi konflik yang ada di Afghanistan," tambah presiden.

Quote