Ikuti Kami

Puan Akan Laporkan Evaluasi Program Bansos Corona

Puan berharap evaluasi itu akan ditindaklanjuti pemerintah sehingga pembagian bansos di bulan Juli-September 2020 berjalan lebih baik.

Puan Akan Laporkan Evaluasi Program Bansos Corona
Ketua DPR RI Puan Maharani.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan akan melaporkan evaluasi program pemberian bantuan sosial (bansos) di Desa Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten, kepada pemerintah.

Dia berharap adanya evaluasi itu akan ditindaklanjuti pemerintah sehingga pembagian bansos di bulan Juli-September 2020 bisa berjalan lebih baik.

"Karena memang ini adalah anggaran untuk mengatasi pemulihan di dalam proses (penanganan) pandemik COVID-19 sampai nanti September. Tiga bulan sudah berjalan, tiga bulan selanjutnya tentu saja nanti akan kami evaluasi juga terkait program-program bansos pemerintah ini," ujar Puan saat mengawasi jalannya pembagian bansos di Desa Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (23/6).

Baca: Penyebaran Virus Corona, Puan Imbau Masyarakat Tak Panik

Puan melaporkan sejumlah evaluasinya terkait pembagian bansos pemerintah itu, di antaranya yang pertama adalah terkait perbaikan data. "Saya berharap semakin lama, terkait data itu kemudian bisa diperbaiki," ujar Puan.

Puan tidak menyebut bahwa masalah data itu terjadi juga saat pembagian bantuan sosial di Desa Cikande. Namun menurut Puan, masalah-masalah data itu masih menjadi catatan evaluasi.

"Ya kita bisa memahami, karena memang pandemik COVID-19 ini kan bukan hanya melanda Indonesia, tapi hampir seluruh dunia terlanda hal seperti ini. Dan banyak hal yang harus dilakukan secara cepat, untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan tentu saja memulihkan ekonomi," tutur Puan.

Kedua, evaluasi Puan terkait kepatuhan masyarakat pada pembatasan sosial berskala besar masih lemah walaupun saat pembagian bansos di Cikande, Kabupaten Tangerang masih menerapkan PSBB.

"PSBB masih berlaku di Tangerang dan (Provinsi) Banten ini, tapi kedisiplinan masyarakat itu terlihat sangat lemah," ucap Puan.

Menurut Puan, hal itu juga harus dievaluasi sehingga pemerintah dan masyarakat Banten, khususnya di Kabupaten Tangerang, secara bersama-sama bergotong-royong dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakatnya.

Ketiga, terkait tanggal pembagian bantuan sosial yang tidak diketahui warga. Hal itu disadari Puan ketika ia berdialog kepada salah seorang penerima bantuan sosial dari Pemerintah di desa Cikande itu.

"Terkait tanggal ini penting sekali, agar mereka itu datang bisa tepat tanggal. Tadi saya bertanya tanggal berapa biasanya dapat (bansos) bu? Dia enggak ingat, artinya tanggalnya itu tidak diputuskan," kata Puan.

Menurut Puan, seharusnya bansos itu bisa ditentukan tanggalnya. Sehingga masyarakat bisa tahu kapan harus datang ke tempat pembagian bansos tepat pada waktunya.

Penentuan tanggal juga dapat mengurangi penumpukan orang saat bansos itu dibagikan sehingga potensi penularan virus Corona bisa diminimalisasi.

Tiga evaluasi itu, kata Puan, akan disampaikan kepada pemerintah sehingga dapat segera dievaluasi dalam program bansos-bansos berikutnya.

Dalam acara pemberian bansos di Desa Cikande itu dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Baca: Dampak Corona, Puan Tekankan Penanganan Terintegrasi

Sementara dari Provinsi Banten diwakili oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar.

Mensos Juliari mengatakan bahwa bansos untuk warga Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang hari ini diberikan kepada 1.178 orang.

Bantuan sosial yang diberikan berupa bantuan langsung tunai (per KK) sebesar Rp600.000 dan juga paket sembako untuk jaring pengaman sosial (social safety net) masyarakat Indonesia, yang khususnya berada di Desa Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten.

Quote