Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Putra Nababan mengkritik langkah Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dan RI yang melakukan pemutusan hubungan tenaga kerja (PHK) sejumlah tenaga honorer.
Bahkan buntut PHK terhadap honorer ini memicu viralnya video yang diunggah dalam akun Instagram aiinizzaa. Aiinizzaa merupakan penyiar RRI Ternate yang berstatus Honorer dan terkena PHK.
Baca: Ganjar Pranowo Mempertanyakan Klaim Sawit Sebagai Aset Nasional
Dalam curhatannya, Aiinizzaa menyayangkan efisiensi anggaran yang harus mengorbankan pegawai honorer seperti dirinya.
Aiinizzaa juga menyinggung program makan gratis dan bergizi untuk anak-anak yang akhirnya menjadi paradoks.
Unggahan itu menjadi sorotan publik hingga telah ditonton lebih dari 3 juta kali.
"Siaran viral hampir 1 juta orang ternate. Tapi kok Pak dirut menyampaikan tidak ada. Ini perlu klarifikasi apakah setelah rekonstruksi anggaran dua Lembaga penyiaran ini (RRI dan TVRI, red) berkomitmen untuk mengedepankan tenaga kontributor disbanding dengan belanja lainnya." Tegas Putra.
Bahkan mantan jurnalis TV berita nasional ini menjelaskan bahwa jika TVRI dan RRI mengalami efisiensi anggaran, harusnya tidak mengorbankan kontributor
"Lebih baik dipotong dari atas, kalau kertasnya mahal, kita ke apangan teriak teriak nyampaikan berita. pemotongan dari atas, direksi, pemrednya. bukan dimulai dari Bawah. Atau bisa menggunakan hal yang lain, kalau dipotong dari Bawah, sudah berkekurangan, tapi dipotong juga." Tambah Putra.
Baca: Ganjar Pranowo Harap Masalah Gas Melon Cepat Tuntas
Bahkan Putra menegaskan kontributor itu merupakan ujung tombak perusahaan media massa, karena mereka bekerja paling militan.
"Ketika ada inpres restu dari DPR nanti, menegaskan program prioritas 4 Lembaga mitra kita mengutamakan tidak memPHK dalam bentuk apapun. Tidak di-PHK dulu. pernah jadi contributor itu militant dan tanpa asuransi. itu kerja mereka." Tegas Putra.