Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menegaskan sudah merupakan pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah dalam meredam laju pandemi COVID-19.
Hal ini terlebih varian COVID-19 varian delta yang mendominasi lonjakan kasus baru di luar Pulau Jawa dan Bali.
Baca: Usaha Mie Ayam Kader Banteng Karangkemiri Naik Saat PPKM
“Kini penularan COVID-19 di luar Jawa-Bali naik. Dan ini menjadi keprihatinan kita. Kenaikan kasus di luar Jawa-Bali menjadi pekerjaan rumah (PR) bupati, wali kota dan gubernur,” ujar Rahmad di Jakarta, Minggu (1/8).
Dikatakan Rahmad, laju penularan COVID-19 di Jawa-Bali ada kecenderungan menurun. Kendati penurunannya masih relatif tinggi.
“Untuk Jakarta dan sekitarnya kasus COVID-19 sudah sedikit berkurang,” katanya.
Indikator laju penularan COVID-19 di luar Jawa dan Bali, menurut Rahmad, terlihat dengan tingkat keterisian tempat tidur di RS dan lonjakan kasus COVID-19 yang meningkat. Ditambah, angka kematian karena COVID-19 yang terus naik.
“Kita harus kencangkan ikat pinggang dari baik itu pemerintah daerah, pemerintah provinsi pemerintah kabupaten, pemerintah kota dan masyarakat,” ungkapnya.
Baca: Di Pelatihan Nakes PDI Perjuangan, Kata Menkes Soal COVID
Ia berharap, peran tokoh masyarakat di tingkat RT/ RW untuk terus membumikan penerapan protokol kesehatan. Dengan memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Karena penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) sangat efektif mencegah penularan COVID-19.
“Saudara kita yang terpapar dan melakukan isolasi mandiri (Isoman) harus mendapatkan pendampingan dan layanan dari tenaga kesehatan (Nakes) baik di tingkat RT/ RW, desa hingga kecamatan,” terangnya.
“Kita harus giatkan lagi Prokes oleh pemerintah daerah dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat di level terbawah. Mari kita jaga wilayah masing-masing dan saling mengingatkan. Agar kasus di luar Jawa bisa kita tekan lagi,” imbuhnya.