Ikuti Kami

Rano Karno Instruksikan Wali Kota Periksa Lahan untuk Balai Rakyat

Rano: Rencananya, kami akan membangun Balai Rakyat untuk kepentingan masyarakat sekitar.

Rano Karno Instruksikan Wali Kota Periksa Lahan untuk Balai Rakyat
Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno saat bersilaturahmi ke Masjid Jami Al-Hidayah, Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (24/3/2025). ANTARA/Pemprov Jakarta

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno menginstruksikan agar Wali Kota memeriksa ketersediaan lahan untuk nantinya dibangun Balai Rakyat yang dapat difungsikan sebagai tempat berkumpul.

"Rencananya, kami akan membangun Balai Rakyat untuk kepentingan masyarakat sekitar. Kalau memang dimungkinkan, Insyaallah tahun depan bisa kami anggarkan untuk dibangun," kata dia saat bersilaturahmi ke Masjid Jami Al-Hidayah, Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (24/3).

Instruksi ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tentang potensi lahan yang bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Selain membahas terkait balai rakyat, Rano juga menyampaikan tentang program umrah gratis bagi marbut masjid. Dia kemudian meminta pengurus DKM agar mengusulkan nama marbut masjid yang akan diberangkatkan umrah.

"Kami, Pemerintah Provinsi Jakarta, akan memberangkatkan marbut masjid untuk melaksanakan ibadah umrah. Untuk itu, saya tugaskan kepada pengurus DKM untuk memilih siapa marbut yang pantas melaksanakan ibadah umrah ini.

Rano mengatakan para marbut yang terpilih nantinya dapat berangkat umrah setelah Idul Adha tahun ini.

"Insyaallah setelah Lebaran Haji, bisa berangkat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DKM Masjid Jami Al-Hidayah, Ahmad Fikri Amin, menjelaskan warga di sekitar masjid sangat gembira menyambut kedatangan Wakil Gubernur Rano Karno.

Dia kemudian menjelaskan terkait Masjid Jami Al-Hidayah merupakan masjid tertua di Palmerah. Konon, kata dia, dahulu masjid tersebut merupakan petilasan bagi pasukan Mataram yang menyerang Portugis.

"Sesungguhnya, kami tidak mengetahui pasti, tetapi ini adalah hasil karya warga Kemanggisan yang pada 1987 terakhir kali dipugar dan hingga kini masih kokoh berdiri," jelas dia.

Quote