Ikuti Kami

Ribka Sebut Ada Mafia Dibalik Kelangkaan Masker

Pencegahnya ada di curcuma dan kunyit yang turut meningkatkan daya tahan tubuh. 

Ribka Sebut Ada Mafia Dibalik Kelangkaan Masker
Deklarator Srikandi Demokrasi Indonesia (SDI) sekaligus anggota Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning saat menghadiri acara hari jadi Srikandi Demokrasi Indonesia di Lembur Situ, Kota Sukabumi, Sabtu (7/3). (Foto: Istimewa)

Sukabumi, Gesuri.id - Deklarator Srikandi Demokrasi Indonesia (SDI) sekaligus anggota Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning  menilai ada mafia yang bermain terkait kelangkaan masker menyusul isu virus corona atau COVID-19 di tanah air. 

Ia pun mengimbau kaum perempuan untuk tak takut terhadap virus Corona  karena pencegahnya ada di curcuma dan kunyit yang turut meningkatkan daya tahan tubuh. 

Baca: Tangkal Corona, Evita Minta Pemerintah Wajibkan Menu Jamu

"Isu corona memang menggelisahkan semua rakyat, namun sebagai warga Indonesia tak perlu takut karena dikaruniai letak geografis yang sangat luar biasa, lalu dimudahkan mendapatkan tanaman jahe yang terdapat curcuma yang tersebar di pelosok tanah air. Sejalan dengan arahan ibu Megawati untuk kembali membuka jalur rempah di Indonesia " , ujar Ribka saat menghadiri acara hari jadi Srikandi Demokrasi Indonesia di Lembur Situ, Kota Sukabumi, Sabtu (7/3). 

Ribka melanjutkan, virus corona tak akan menjangkiti jika semua warga tetap menjaga imunitas.  Dia pun menyerukan agar warga membiasakan makan makanan bergizi seperti sayur dan buah.  Selain itu, olahraga teratur atau minimal tubuh bergerak dinamis setiap harinya, juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Baca: Mafia Masker Corona, Pemerintah Diminta Tindak Penimbun !

Terkait kelangkaan masker, Ribka menduga kuat ada permainan mafia dibaliknya. 

"Gara-garanya semua takut saya duga ada mafia borong di lapangan jadi habis, saat dijual jadinya mahal," ujarnya. 

Ditempat yang sama Ketua Umum SDI Sukmadewi Djakse menyampaikan harapannya agar para pengurus dan anggota Srikandi Demokrasi Indonesia bisa berkiprah untuk masyarakat, termasuk pendampingan dalam menghadapi virus Corona.

"Tidak usah ada kekhawatiran yang berlebihan dalam menyikapi virus corona," pungkasnya.

Quote