Jakarta, Gesuri.id - Dirut PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Mohammad Abdul Ghani disemprot anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka terkait banjir di Jawa Barat (Jabar).
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan pembongkaran tempat wisata di Puncak, Bogor yang ditengarai menjadi pemicu banjir.
PTPN III merupakan holding dari seluruh PTPN yang ada di Indonesia, salah satunya PTPN VIII yang mengelola kawasan kebun teh di Puncak.
Akibat alih fungsi lahan, daerah resapan air di hulu mengalami penurunan sehingga diduga jadi penyebab banjir besar yang melanda Jakarta dan Bekasi beberapa waktu lalu.
Sosok Direktur Utama PTPN tak berkutik saat disemprot Rieke Diah Pitaloka soal banjir di wilayah Jawa Barat.
Bos PTPN itu bahkan serius menyimak kritikan pedas Rieke yang menyinggung soal pemicu banjir yakni alih fungsi hutan dan perkebunan di wilayah Puncak Bogor.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, bos PTPN diminta membahas soal alih fungsi lahan di kawasan Puncak Bogor yang diduga jadi penyebab banjir besar di kawasan Jawa Barat.
Memulai argumennya, Rieke yang dikenal dengan nama Oneng tampak emosi.
Rieke rupanya kesal karena tidak ada respon cepat dari PTPN saat banjir melanda wilayah Jawa Barat.
Padahal diungkap Rieke, penyebab banjir di Jawa Barat adalah karena adanya alih fungsi lahan di wilayah Puncak dengn andil besar PTPN.
"Jujur meskipun lagi puasa, saya ngegas, karena apa yang terjadi banjir kemarin. Bapak tahu enggak, salah satu korbannya adalah daerah pemilihan saya, tapi apakah ada semacam quick respon? Kita aja yang komisi 6, siapa yang terdampak. Tidak ada satu pun, bapak pun tidak kontak kepada kami."
"Bantuan apa yang bisa diberikan pada saat bencana itu begitu cepat, kita pontang-panting cari bantuan untuk korban bencana di Bekasi, Karawang. Kan persoalannya di atas, di hulu," ungkap Rieke Diah Pitaloka dari Youtube TV Parlemen.
"Saya mengetuk hati pimpinan pak PTPN ini untuk memberikan bantuan, berkoordinasi dengan kami supaya tepat sasaran," ujarnya.
Dengan suara keras, Rieke pun menyentil bos PTPN soal janji reboisasi di wilayah alih fungsi lahan sebagai penganganan bencana banjir.
Menurut Rieke, harus ada langkah yang lebih konkrit lagi guna mengatasi banjir.
"Dari 1623,19 hektar, ada beberapa perusahaan yang bekerja sama di lahan hulu sungai Ciliwung. Ciliwung tuh ke mana-mana, ujungnya nanti di Laut Jawa, Karawang, Bekasi, dapil saya pak. Ini bukan masalah santai 'kami akan reboisasi lagi'," kata Rieke.
Lebih lanjut, Rieke menyebutkan sederet perusahaan yang mendirikan bangunan di wilayah Ciliwung hingga area perhutanan di Puncak yang dialihfungsikan sehingga menyebabkan banjir.
Rieke meminta bos PTPN melengkapi daftar perusahaan yang membuat bangunan di wilayah Ciliwung dan perkebunan hingga hutan di Puncak Bogor.
Di akhir pernyataannya, Rieke pun kembali menyindir bos PTPN yang hadir di rapat bersama DPR tersebut.
Rieke gusar saat melihat bos PTPN tersenyum saat ia hendak menyudahi argumennya dalam rapat.
Rieke lantas mengajak para bos PTPN itu untuk terjun langsung membantu masyarakat yang terdampak banjir.
"Yang terimbas dari persoalan hulu, bapak jangan senyum bapak, ayo kita datangi tuh korban banjir, kayak apa rumahnya. Termasuk rumah yang rusak, satu rumah kek, dua rumah, kita bangun bareng-bareng," pungkas Rieke.
Sumber: bangka.tribunnews.com