Ikuti Kami

Syamsul: Anggaran Disdik Jabar Tidak Berbanding dengan Hasil

Syamsul Bachri menyayangkan alokasi anggaran Disdik Jabar tidak berbanding lurus dengan hasilnya. 

Syamsul: Anggaran Disdik Jabar Tidak Berbanding dengan Hasil
Ketua Komisi V DPRD Jabar dari Fraksi PDIP, Syamsul Bachri.

Bandung, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPRD Jabar dari Fraksi PDIP, Syamsul Bachri menyayangkan alokasi anggaran Disdik Jabar tidak berbanding lurus dengan hasilnya. 

Dimana banyak sederet permasalahan di Disdik yang masih mengemuka. Mulai dari kualitas pendidikan yang tidak merata antara di desa dengan kota, akses pendidikan bagi masyarakat miskin masih rendah sampai yang disinggung gubernur, lulusan SMK masih banyak menganggur pun sampai saat masih menjadi masalah klasik di Disdik Jabar.

Baca: Pemkab Badung Terus Tingkatkan Sektor Pendidikan

”Dan diakui meskipun sudah melakukan pengawasan dari dewan, tetapi kebocoran anggaran masih saja terjadi, serta apa yang disampaikan Disdik Jabar di publik kebanyakan tidak benar atau tidak sesuai dengan realitas,” tuturnya di Bandung, Selasa (18/9).

Selain dugaan kuat kebocoran anggaran terang dia, sebenarnya yang paling nyata dan sangat terlihat adalah alokasi anggaran di Dinas Pendidikan Jawa Barat dinilai lebih banyak dialokasikan untuk program yang kurang penting, dan lebih banyak terserap untuk program infrastrtuktur terkait pendidikan.

”Seperti lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas baru, renovasi hingga ke gaji dan semua anggaran diluar urusan murni akademik masuk ke dalam 20 persen fungsi anggaran pendidikan,” terangnya.

Selain program infstruktur terkait pendidikan yang menguras anggaran Dinas Pendidikan Jabar, porsi gaji pun dinilai menjadi item kedua yang menggerus anggaran Dinas Pendidikan Jabar. Sehingga, untuk program seperti meningkatkan SDM pendidik, dan kualitas pendidikan hanya dialokasikan sedikit saja.

Baca: Usai Nyoblos, Ganjar: Pilkada Ajang Pendidikan Politik

”Jadi, 20 persen itu fokusnya bukan untuk urusan akademik secara utuh. Tetapi terpangkas oleh kontruksi (infrastruktur pendidikan), gaji dan lain sebagainya,” tegasnya.

Andai saja, alokasi anggaran 20 persen dialokasikan murni untuk urusan kualitas pendidikan salah satunya. Pasti hasil dengan besarnya anggaran akan berbanding lurus sebagaimana yang diharapkan oleh Gubernur Jawa Barat baru, Ridwan Kamil.

Quote