Ikuti Kami

Tagar #IndonesiaGelap, Ferdinand: Bentuk Perlawanan Rakyat, Bukan Sekadar Tren

Bentuk perlawanan nyata dari mahasiswa dan masyarakat terhadap pemerintah yang dianggap tidak mendengar aspirasi rakyat.

Tagar #IndonesiaGelap, Ferdinand: Bentuk Perlawanan Rakyat, Bukan Sekadar Tren
Ilustrasi.

Jakarta, Gesuri.id - Politisi PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean menyoroti maraknya tagar #IndonesiaGelap yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Ferdinand mengatakan tagar tersebut bukan sekadar tren, tetapi bentuk perlawanan nyata dari mahasiswa dan masyarakat terhadap pemerintah yang dianggap tidak mendengar aspirasi rakyat.

“Iya, saya mengikuti perkembangan di media sosial naiknya tagar Indonesia Gelap yang digaungkan oleh adik-adik mahasiswa bersama masyarakat,” kata Ferdinand, Senin (17/2/2025).

Menurutnya, gerakan ini masih bersifat halus, tetapi memiliki pesan yang kuat. Ia menilai masyarakat mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap pemerintah yang dinilainya arogan dan merasa paling benar.

“Saya perhatikan pemerintah ini terlalu arogan terhadap rakyatnya. Mereka merasa paling benar dan paling mampu, sehingga mengabaikan hak-hak rakyat,” ucapnya.

Ferdinand menekankan bahwa rakyat memiliki suara yang harus didengarkan. Pemerintah, menurutnya, tidak bisa terus menerapkan kebijakan tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

“Seolah-olah rakyat harus menerima apa saja yang dilakukan pemerintah. Tapi hari ini rakyat membuktikan bahwa mereka punya kedaulatan, punya hak untuk bersuara,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pemerintah agar tidak bersikap otoriter. Jika suara rakyat terus diabaikan, bukan tidak mungkin perlawanan yang saat ini masih dalam bentuk protes damai di media sosial bisa berubah menjadi aksi nyata di lapangan.

“Jangan sampai pemerintah terus arogan dan tidak mendengar suara rakyat. Jika ini dibiarkan, perlawanan yang halus bisa berubah menjadi perlawanan keras di jalanan,” ungkap Ferdinand.

Ia bahkan memperingatkan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut, aksi protes bisa berdampak lebih luas dan mengganggu stabilitas nasional.

“Ini bisa mengganggu kelangsungan pemerintahan. Jadi, pemerintah jangan anggap remeh suara-suara rakyat seperti ini,” pungkasnya.

Sumber: fajar.co.id

Quote