Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Garut tahun 2026 tingkat Kecamatan Tarogong Kaler. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tarogong Kaler.
Dalam kesempatan tersebut, Yudha Puja Turnawan menyoroti pentingnya pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah.
Ia menekankan bahwa dengan adanya forum ini, diharapkan terjadi sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.
"Di tengah keterbatasan anggaran, forum TJSLP menjadi sangat penting agar kita bisa berkolaborasi dalam pendanaan dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Garut," kata Yudha, pada Selasa (25/2/2025)
Sementara itu, Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, dalam sambutannya menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi wilayahnya, terutama terkait kondisi drainase dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kerap menjadi persoalan saat musim hujan.
"Secara geografis, wilayah Tarogong Kaler memang tidak sekompleks daerah selatan Garut, tetapi kami menghadapi permasalahan drainase dan sub-DAS. Ketika hujan turun, sering terjadi genangan air akibat sedimentasi dan kondisi drainase yang kurang optimal," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, pihaknya bersama masyarakat, pemerintah desa, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk pengerukan sedimen di saluran drainase.
"Pada 2022, banjir di Tarogong Kaler cukup parah. Sejak 2023, kami mulai berkoordinasi dengan masyarakat dan melakukan pengerukan sedimen di beberapa titik, sehingga dampaknya mulai berkurang. Tahun 2024 pun kami terus melakukan langkah serupa agar tidak terjadi pendangkalan yang memperparah luapan air," jelasnya.
Meski demikian, menurut Rakhmat, masih ada beberapa kendala yang menyebabkan drainase di wilayah tersebut belum berfungsi maksimal.
Selain kondisi fisik yang sudah mengalami kerusakan, beberapa saluran juga tersumbat oleh akar pohon dan material lain yang menghambat aliran air.
"Kondisi drainase yang tidak lagi memadai ini menyebabkan air meluap ke jalan ketika hujan turun. Namun, dibanding tahun-tahun sebelumnya, kondisinya sudah jauh lebih baik," ucapnya.
Rakhmat memastikan bahwa perbaikan drainase akan tetap menjadi prioritas utama dalam Musrenbang setiap tahunnya. Dengan langkah-langkah yang terus dilakukan secara bertahap, ia berharap dampak perubahan iklim, terutama banjir akibat luapan air, dapat diminimalisir.
Musrenbang Kecamatan Tarogong Kaler tahun ini menjadi forum strategis bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi dan merancang solusi bersama demi pembangunan yang lebih baik di wilayah tersebut.
Rakhmat memastikan bahwa perbaikan drainase akan tetap menjadi prioritas utama dalam Musrenbang setiap tahunnya. Dengan langkah-langkah yang terus dilakukan secara bertahap, ia berharap dampak perubahan iklim, terutama banjir akibat luapan air, dapat diminimalisir.
Musrenbang Kecamatan Tarogong Kaler tahun ini menjadi forum strategis bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi dan merancang solusi bersama demi pembangunan yang lebih baik di wilayah tersebut.