Jakarta, Gesuri.id - DPD Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Provinsi Bali, organisasi sayap PDI Perjuangan, menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Acara ini dipimpin oleh enam tokoh lintas agama di Bali, antara lain I Nyoman Kenak, SH (Tokoh Agama Hindu), Ws. Adinatha (Tokoh Agama Konghucu), Pandita Drs. Sutikro Gunawan (Tokoh Agama Budha), Pdt. Dr. Noflin Ester Sarapong, S.Th, M.Pd (Tokoh Agama Kristen), Rd. Yustinus Kurniawan Karwayu (Tokoh Agama Katholik), dan H Mudzakkir (Tokoh Agama Islam).
Ketua panitia, Ivana Bunga Wahyuni, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Bali merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama, mengingat Bali adalah daerah dengan masyarakat yang sangat heterogen. Bunga juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Vasudhaiva Kutumbakam yang menekankan persatuan dalam keberagaman.
Baca: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo
Bunga juga mengingatkan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 adalah momen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang tidak hanya menentukan pemimpin daerah, tetapi juga mencerminkan kematangan demokrasi dan kedewasaan politik. Ia menegaskan pentingnya semua elemen masyarakat untuk turut menjaga kedamaian agar Pilkada berjalan lancar.
Sekretaris Dewan Penasehat Bamusi Bali, Nyoman Gde ‘Ponglik’ Sudiantara, mengajak tokoh agama untuk menjadi perekat umat dan menyampaikan nilai-nilai kedamaian, khususnya di tengah situasi politik yang semakin memanas menjelang Pemilu.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih informasi, terutama dalam menghadapi meningkatnya berita hoaks dan konten manipulatif menjelang Pemilu.
Baca: Ganjar Tegaskan Pemutihan Utang dan Dorong Produksi Olahan Ikan
Nyoman Gde juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan mengedukasi diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan melanggar hukum seperti menyebarkan berita palsu atau ujaran kebencian.
Usai acara, Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, berharap doa lintas agama ini dapat membantu menjaga ketenangan dan kedamaian di Bali selama Pemilu, mengingat potensi kericuhan yang bisa muncul dari perbedaan pilihan.
“Semoga Bali tetap rukun dan damai meskipun berbeda pilihan,” harapnya.