Ikuti Kami

Memenangkan Ganjar, PDI Perjuangan Lampung Rekrut Ratusan Pejuang Digital Milenial

Sudin menyampaikan terimakasih atas kesediaan seluruh peserta dalam mengikuti pelatihan pejuang digital PDI Perjuangan.

Memenangkan Ganjar, PDI Perjuangan Lampung Rekrut Ratusan Pejuang Digital Milenial
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Donald Harris Sihotang.

Bandar Lampung, Gesuri.id - DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung menyelenggarakan pelatihan pejuang digital bagi kaum milenial di Hotel Emersia, Minggu (10/9). 

Pemateri dalam pelatihan tersebut yaitu Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Donald Harris Sihotang. Pelatihan dihadiri oleh seluruh jajaran Fungsionaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung pesertanya 180 milenial dari 15 Kabupaten Kota se Provinsi Lampung.

Milenial yang mayoritas generasi Z tersebut diberi pembekalan tentang jurnalistik dan pengelolaan media sosial dan dipersiapkan berselancar di dunia maya dalam upaya memenangkan Capres Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan pada pemilu 2024.

Baca: Pijar Gelar Acara di Rumah Relawan Ganjar di Kota Semarang

"Ini adalah tindak lanjut dari pelaksanaan pelatihan pejuang digital yang sebelumnya diselenggarakan DPP PDI Perjuangan. Tujuannya selain menanamkan akar ideologi partai bagi kaum milenial juga sebagai upaya melatih strategi beropini di media sosial, memenangkan Pak Ganjar dan PDI Perjuangan pada Pemilu 2024," ungkapnya, Minggu (10/9).

Mantan ahli pers dewan pers RI itu menerangkan, seluruh peserta pejuang digital diberikan pembekalan berbagai mulai dari penguatan akar ideologi partai, strategi beropini, membuat berita, mengelola media sosial, teori dan praktek.

"Targetnya adalah memadukan kerja politik di darat dan di udara, untuk memenangkan calon presiden yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan pada Pemilu 2024 mendatang. 

Ia juga menyampaikan materi tentang fenomena buzzer politik. Bagaimana strategi kaum milenial pejuang digital menanggapi serangan dengan capres Ganjar Pranowo dan pejabat partai di media sosial. 

Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Sudin saat membuka kegiatan pelatihan  menyampaikan terimakasih atas kesediaan seluruh peserta dalam mengikuti pelatihan pejuang digital PDI Perjuangan.

"Terimakasih dengan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan hari ini. Kegiatan pelatihan pejuang digital ini adalah upaya memadukan kerja politik di ruang digital dengan gerakan partai turun langsung ke masyarakat dalam rangka memenangkan Capres yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan pada Pemilu 2024 mendatang," bebernya 

PDI Perjuangan terus bergerak menjadi partai modern sehingga memadukan kerja-kerja konvensional dengan kerja-kerja digital. Para peserta pelatihan pejuang digital diharapkan dapat memperkuat kerja gotong royong serta mengkonsolidasikan kekuatan rakyat bersama seluruh kader PDI Perjuangan untuk memenangkan Pemilu 2024 mendatang.

"Perkembangan teknologi informasi yang bergerak cepat, mendorong perubahan zaman yang semakin pesat, produksi dan distribusi informasi melalui fitur-fitur yang tersaji pada perangkat digital dan beragam aplikasi yang dimiliki hanya dengan sentuhan jari tersebar dengan begitu cepat," ucapnya.

"Bahkan, tidak sedikit informasi yang beredar adalah hoaks, apalagi semakin mendekati Pemilu 2024. Dunia saat ini telah mengalami perubahan yang begitu cepat. Teknologi digital mempengaruhi begitu banyak sendi-sendi kehidupan. Partai tidak boleh kehilangan momentum dalam persiapan seluruh kader agar melek sosial media," tambahnya.

Ketua komisi IV DPR RI itu  mengajak seluruh pejuang digital yang ikut pelatihan dapat menggunakan ruang digital dengan sehat. Menggunakan teks dan narasi serta video yang membangun kebangsaan, menjaga persatuan dan kesatuan.

"Kepala boleh panas, tapi hati harus tetap dingin. Kualitas ruang digital yang sehat merupakan kunci terwujudnya Indonesia yang maju dan berkembang di era digital. Kepada seluruh peserta pelatihan pejuang digital, saya sampaikan selamat mengikuti kegiatan pelatihan. Ikuti, simak dengan sungguh-sungguh dan disiplin materi-demi materi yang disampaikan oleh pemateri," pungkasnya.

Baca: Relawan Pendukung Ganjar di Surabaya Gelar Potong Rambut Gratis

Salah seorang peserta pejuang digital asal Kota Metro, Tino Agata Pristy mengaku bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan bermedia sosial.

"Di era digitalisasi ini begitu mudah untuk mengakses,membaca, membuat bahkan menyebarkan berbagai informasi, sehingga saat ini munculah istilah buzzer, influencer, selebgram, haters maupun content creator di platform media sosial. Dalam pelatihan hari ini, kami mendapatkan semua ilmu itu," ungkapnya.

Tino juga bercerita bahwa media massa berbasis online juga sering ditemukan mengangkat tema berita dari isu media sosial yang sedang ramai menjadi perbincangan alias trending.

"Opini yang muncul dalam medsos akan dianggap penting oleh masyarakat, maka dapat kita sampaikan bahwa sifat masyarakat Indonesia sendiri yang suka dengan narasi melodrama atau mellodramatic. Tentunya kami menyampaikan terimakasih kepada DPD PDI Perjuangan provinsi Lampung yang telah memfasilitasi ini," katanya.

Quote